Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan Gigi. Tampilkan semua postingan

4 Herbal Alami Bau Mulut

Diposting oleh M2 on Rabu, 10 Oktober 2012

Proses metabolisme tubuh selama bulan puasa memungkinkan munculnya persoalan bau mulut. Meski wajar, tak ada salahnya jika Anda mencoba menangkalnya dengan mengambil manfaat beragam bahan alami.

Karena bau mulut orang berpuasa bernilai pahala, sebagian orang tidak terlalu memedulikannya. Soal benarkah bau mulut cenderung meningkat pada masa puasa daripada hari biasa, sejauh ini belum ada jawaban pasti.

Cara paling mudah untuk meredam bau mulut tentu saja rajin membersihkan gigi, terlebih setelah makan . Parahnya, kebiasaan ini juga tidak mudah bagi sebagian orang. Banyak orang malas gosok gigi, malah langsung tidur lagi. Padahal, setelah 30 menit tak makan, keasaman mulut akan meningkat karena sisa asam tidak diangkat.

Untuk menetralkan bau mulut sekaligus membuat napas lebih bersahabat selama berpuasa, Anda bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami berikut ini.

Cengkeh kurangi peradangan 
Dalam jurnal tanaman obat Indonesia tahun 2005 disebutkan bahwa cengkih memiliki kandungan minyak asiri (15-20 persen) dan eugenol (60). Minyak asiri ini dikembangkan oleh beberapa produsen jamu nasional sebagai bahan baku untuk ramuan tolak angin atau sebagai peluruh gas dalam perut atau masalah pencernaan lainnya.

Minyak cengkih mampu memperbaiki fungsi lambung sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Selain itu, minyak cengkih diyakini mampu mengurangi peradangan, khususnya yang terjadi pada selaput lendir mulut dan tenggorokan sebagai salah satu pemicu timbulnya bau mulut.

Untuk mendapatkan khasiatnya sebagai obat kumur penangkal bakteri bau mulut, berikut cara meramunya:

Ambil 3-5 bunga cengkih. Seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur.

Cara lain, ambil beberapa butir cengkih kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur.

Sirih kaya asiri 
Daun sirih dijadikan bahan utama untuk menginang karena dianggap dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, dan menghentikan perdarahan gusi. Tradisi masyarakat itu menggelitik para ilmuwan untuk membuktikan khasiat daun sirih secara klinis.

Dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) terungkap, minyak asiri dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar.

Cara meramu: Cuci bersih beberapa lembar daun sirih lalu direbus dengan 1,5 gelas air. Setelah dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi.

Ambil 10-15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah sahur.

Kayu manis samarkan bau mulut 
Kayu manis merupakan rempah-rempah berbentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan atau kue. Selain itu, herba ini juga dikenal memiliki berbagai khasiat, termasuk mengurangi bau tak sedap yang keluar dari mulut saat berpuasa.

Berkat khasiatnya itu, kayu manis dikembangkan sebagai bahan campuran permen karet, industri jamu, dan produk kecantikan. Sifat kimia kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Kandungan zat kimianya antara lain minyak asiri, safrole, tanin, sinamadehide, eugenol.

Riset terbaru di Amerika Serikat menunjukkan, penggunaan kayu manis dalam permen karet dapat mengatasi masalah bau mulut. Rupanya kayu manis tidak hanya mampu menyamarkan aroma yang tak sedap, tetapi juga mengandung zat yang dapat menurunkan konsentrasi bakteri di dalam mulut.

Untuk memanfaatkan kayu manis sebagai obat kumur penghilang bakteri penyebab bau, cukup mudah. Rebus dua batang kayu manis dengan air secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, airnya dapat digunakan sebagai obat kumur.

Kapulaga antibakteri yang sejuk 
Di kalangan penggemar herba, kapulaga terkenal sebagai ekspektoran sekaligus antibakteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rahasia khasiat itu ternyata berasal dari kandungan minyak asiri sineol.

Sineol yang serupa, tetapi tak sama dengan eukaliptol kayu putih, ini lebih pedas. Namun, bila dijadikan obat kumur, maka hasilnya terasa sejuk. Bahkan, bahan ini biasa digunakan untuk membuat pepermin palsu.

Ada dua cara untuk mendapatkan khasiat kapulaga: Untuk pengobatan luar, rebus atau haluskan semua bagian tumbuhan kapulaga. Lalu airnya atau adonan halusnya dibalurkan ke bagian yang sakit. Untuk obat kumur, biji kapulaga ditumbuk lalu direbus dan air saringannya diminum.

Cara lainnya, biji kapulaga direbus dengan air bersih. Setelah masak dan dingin, air rebusan dapat digunakan untuk obat kumur. Berkumurlah setelah gosok gigi, seusai makan sahur tentunya.

Agar mendapatkan khasiatnya secara maksimal, biasanya sebelum digunakan, buah kapulaga disimpan dalam bentuk utuh alias tidak dikupas. Baru ketika hendak digunakan, kupas kulit luarnya kemudian ambil bijinya.

3 Penyakit Yang Tersembunyi dari Gusi

Diposting oleh M2 on Sabtu, 26 Mei 2012

Sebenarnya tak hanya gigi, kesehatan gusi juga perlu diperhatikan. Dr Marjorie Jeffcoat DMD, juru bicara American Dental Association, bahkan mengatakan bahwa kesehatan gusi mencerminkan kesehatan tubuh kita secara keseluruhan.
Terlebih, ternyata ada bahaya-bahaya tersembunyi bila gusi kita mengabaikan kebersihan dan kesehatan gusi. Apa sajakah bahaya itu? Berikut ini 3 Penyakit  Yang Tersembunyi dari Gusi :


1. Stroke dan serangan jantung
Plak gigi, bakteri yang hidup di gigi dan gusi, mungkin timbul akibat kurangnya kebersihan gigi. Plak bisa menimbulkan infeksi yang memengaruhi respons inflamasi.

Maka itu, penderita penyakit gusi seperti radang gusi atau gingivitis lebih berisiko mengalami stroke dan serangan jantung. Ada pula bukti bahwa banyak peradangan di pembuluh otak dapat membuat Anda lebih rentan terhadap stroke dan banyak peradangan dalam pembuluh ke jantung dapat membuat Anda lebih rentan terhadap serangan jantung.

2. Prematur
Perempuan yang tengah hamil rentan mengalami gingivitis yakni gusi berwarna lebih merah, lebih meradang, dan berdarah. Gingivitis bisa memburuk selama kehamilan dan telah dikaitkan dengan kelahiran prematur.

3. Diabetes
Jika Anda penderita diabetes dengan penyakit gusi kronis, ada baiknya lebih rajin memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi dan gusi.

Jadi, bagaimana cara merawat gusi yang baik untuk mencegah penyakit gusi sebelum dimulai? Jeffcoat mengatakan kita diharuskan menyikat gigi 2-3 kali sehari selama 2-3 menit dengan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi antiplak. Gunakan dental floss sekali sehari dan bilas mulur dengan obat kumur dua kali sehari untuk mencegah gingivitis. Temui pula dokter gigi Anda dua kali setahun untuk membersihkan dan untuk mencari adanya risiko penyakit berbahaya seperti kanker mulut yang lebih sering terjadi pada perokok dan peminum.

Penyakit Kanker Mulut Akibat Oral Seks

Diposting oleh M2

Baru-baru ini penyakit kanker mulut meningkat 3 kali lipat dalam kurun waktu 20 tahun. Penyebab kenker mulut sangat beragam, mulai dari kebiasan merokok hingga melakukan oral sek. Namun menurut penelitian, kanker mulut kali ini banyak disebabkan karena seringnya melakukan oral sek dengan gonta ganti pasangan. Berikut info selengkapnya tentang Penyakit Kanker Mulut Akibat Oral Sek.

Jakarta, Pemicu kanker serviks pada perempuan, Human Papilloma Virus (HPV) makin sering ditularkan pada laki-laki melalui seks oral. Dalam kurun 20 tahun saja, jumlah penderita kanker mulut yang disebabkan oleh HPV telah meningkat 3 kali lipat.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology menunjukkan, kasus kanker mulut yang dipicu oleh HPV meningkat sekitar 3 kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Pemicu lainnya, yakni rokok justru berkurang dalam periode yang sama.

Pada periode 1984-1989, kasus kanker mulut yang positif disebabkan oleh HPV tercatat hanya 16,3 persen dan sisanya disebabkan oleh faktor lain termasuk kebiasaan merokok. Namun pada periode 2000-2004, jumlahnya meningkat tajam menjadi 72 persen.

Selama ini infeksi HPV lebih banyak dikaitkan dengan risiko kanker serviks atau leher rahim pada perempuan dan hanya sedikit saja ditemukan pada kanker anus dan kanker penis. Namun dengan temuan ini, dugaan bahwa kanker bisa ditularkan melalui seks oral makin kuat.

“Kami menemukan kasus kanker mulut meningkat cukup signifikan. Karena peningkatan terjadi saat kebiasaan merokok berkurang, maka kemungkinan pemicunya adalah HPV yang ditularkan melalui seks oral,” ungkap Anil Chaturvedi dari US National Cancer Institute seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/10/2011).

Chaturvedi mengungkap data tersebut setelah memeriksa 271 penderita kanker mulut atau kanker orofaringeal yang terdiagnosis dalam periode 1984-2004. Para partisipan yang berasal dari Hawaii, Iowa dan Los Angeles ini diamati dari sampel jaringan kanker yang dikumpulkan.

Ketika diperiksa di laboratorium, Chaturvedi menemukan adanya infeksi HPV pada sebagian besar sampel jaringan kanker. Jenis atau strain HPV yang ditemukan adalah tipe-16, salah satu dari sekitar 4 strain pemicu kanker serviks pada perempuan.

Sumber : massaidi.blogspot.com

Sakit Gusi dapat Berujung Impotensi

Diposting oleh M2

Bakteri penyebab sakit gigi dan mulut mengalir melalui peredaran darah dan kemudian menyebabkan penyakit di bagian tubuh lain. Karenanya, penyakit gusi yang parah (periodontitis) tidak hanya merusak gusi, tapi juga beresiko tinggi terkena berbagai penyakit kronis. Hal ini dikenal dengan teori fokal infeksi.

Satu lagi alasan kenapa kebersihan gigi dan mulut sangat penting untuk selalu dijaga. Sebuah penelitian terbaru mengindikasikan, pria yang memiliki penyakit gusi parah, yang dikenal dengan istilah periodontitis, memiliki risiko lebih besar untuk mengalami disfungsi ereksi atau impotensi.

Bakteri penyebab sakit gigi dan mulut mengalir melalui peredaran darah dan kemudian menyebabkan penyakit di bagian tubuh lain. Karenanya, penyakit gusi yang parah (periodontitis) tidak hanya merusak gusi, tapi juga beresiko tinggi terkena berbagai penyakit kronis. Hal ini dikenal dengan teori fokal infeksi.

Ini merupakan hasil kajian para peneliti dari Taiwan yang menggunakan data dari suatu studi berskala besar. Para peneliti mengidentifikasi hampir 33.000 pria dengan disfungsi ereksi (impotensi) dan memilih secara acak sekitar 162.000 pria tanpa impotensi.

Hasil kajian menunjukkan, sekitar 12 persen dari pria mengalami periodontitis. Pada kelompok ini, partispan dengan penyakit gusi sekitar 27 persen mengalami disfungsi ereksi dan sekitar 9 persen sisanya tanpa masalah seksual. Para pria dipantau perkembangan kondisinya selama lima tahun.

Studi menemukan bahwa penyakit gusi lebih umum ditemukan pada pria dengan disfungsi ereksi ketimbang kelompok kontrol. Setelah memperhitungkan faktor gaya hidup, pendapatan, dan kondisi medis yang ada, para peneliti menemukan penyakit gusi masih terkait dengan impotensi, terutama pada pria muda berusia 30 tahun dan yang lebih tua dari 70 tahun.

“Memahami semua aspek tentang bagaimana dan mengapa kondisi kesehatan terjadi sangat penting sebagai upaya pencegahan dan tujuan pengobatan,” kata Dr Tobias Kohler, anggota dari American Urology Association Public Media Committee.

“Studi baru ini menunjukkan bagaimana sebuah kondisi yang tidak terkait ternyata bisa saling memengaruhi. Perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami temuan ini,” katanya.

Studi ini tidak menunjukkan bahwa penyakit gusi menyebabkan impotensi, hanya saja bahwa ada hubungan antara keduanya.

Dr Aaron Katz, ketua departemen urologi di Winthrop-University Hospital, Mineola, New York, mengemukakan sebuah teori tentang hubungan potensial antara sakit gusi dan disfungsi ereksi.

“Saya pikir hubungan antara disfungsi ereksi dan penyakit gusi kemungkinan karena peradangan dalam tubuh dan kerusakan pada pembuluh darah yang menyuplai darah ke penis,” katanya. Dia menambahkan bahwa pria dengan kondisi periodontitis harus berusaha mendapatkan perawatan gigi yang baik untuk membantu mengatasi masalahnya.

Hasil riset ini akan dipresentasikan pada pertemuan American Urological Association, di Atlanta.

Sumber : waspada.co.id & kompas.health.com