Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan Penyakit. Tampilkan semua postingan

Manusia Bisa Hidup Tanpa 6 Organ Ini

Diposting oleh M2 on Jumat, 15 Maret 2013

Menurut Dr.Len Horovitz, pakar paru dari Lenox Hill Hospital di New York, AS, pada masa sekarang pun jika terjadi komplikasi radang paru dan batuk rejan yang sulit ditangani dokter terpaksa harus membuang paru yang terinfeksi. Demikian juga halnya dengan kanker paru.

Jika satu paru diangkat, paru yang masih tersisa akan mengambil alih tugas tersebut. Karena itu hidup dengan satu paru tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.

Kendati kita harus berusaha untuk menjaga organ tubuh selengkap mungkin, namun ternyata kita tetap bisa hidup meski tanpa organ-organ berikut ini:
 
Ginjal
Manusia memiliki dua ginjal meski sebenarnya kita tetap bisa bertahan hidup hanya dengan satu ginjal. Ada orang-orang yang terlahir hanya dengan satu ginjal, atau satu ginjal terpaksa diambil untuk didonorkan atau diangkat setelah terjadinya cedera.

Secara umum, seseorang bisa hidup dengan normal hanya dengan satu ginjal. Bahkan secara teknis sebenarnya kita bisa hidup tanpa ginjal, tetapi harus melakukan cuci darah secara rutin.

- Limpa
Fungsi limpa adalah menyaring darah dan membantu tubuh melawan infeksi. Akan tetapi organ ini tidak esensial untuk bertahan hidup. Limpa bisa diangkat, misalnya jika terjadi kerusakan. Namun orang yang hidup tanpa limpa cenderung mudah tertular penyakit.

- Organ reproduksi
Ada beberapa penyebab mengapa wanita terpaksa menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim, antara lain kanker, tumor dalam rahim, nyeri pelvis kronik, dan sebagainya. Sekitar 1 dari 3 wanita di AS menjalani prosedur histerektomi di usia 60 tahun. Sementara kaum pria juga bisa menjalani pengangkatan testis jika terkena kanker testis.
 
Lambung
Lambung terkadang diangkat sebagian atau seluruhnya sebagai bagian dari terapi kanker lambung. Prosedur ini dikenal sebagai gastrektomi. Dalam prosedur ini, usus kecil disambungkan dengan esofagus.

Seseorang yang menjalani gastrektomi total akan mendapatkan nutrisi lewat pembuluh darah selama beberapa minggu pasca operasi. Setelah itu mereka sudah bisa makan berbagai makanan meski dalam porsi kecil.
 
Usus besar
Penyakit kanker usus atau penyakit Chrohns juga akan membuat penderitanya menjalani pengangkatan kolon atau usus besar. Kita bisa hidup tanpa kolon tetapi harus memakai kantong di bagian perut untuk menampung hasil buangan. Tetapi kini dokter juga bisa melakukan operasi untuk membuat semacam kantong di usus halus sebagai pengganti usus yang dibuang.
 
Usus buntu
Panjang usus buntu, yang bentuknya mirip cacing dan menempel pada bagian awal usus besar ini adalah sekitar 8,5 cm. Tidak jelas apa fungsi usus buntu, kemungkinan besar usus ini berperan sebagai imunitas usus besar. Usus ini sering diangkat jika mengalami peradangan atau pembengkakan.

Sumber : health.kompas.com

Mengenal Penyakit Kanker Prostat

Diposting oleh M2 on Sabtu, 09 Februari 2013

Mengenal Penyakit Kanker Prostat - Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.
Prostat seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun, 80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecilkarena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker.

Kanker Prostat

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Penyebab

Seperti halnya kanker lain, penyebab kanker prostat tidak diketahui. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tersebut:
  • Usia. Kebanyakan kasus terjadi pada pria usia lanjut.
  • Riwayat keluarga dan faktor keturunan. Bila ayah atau abang Anda terkena kanker prostat pada usia relatif muda (di bawah 60), risiko Anda lebih tinggi. Juga bila saudara perempuan Anda terkena kanker payudara.
  • Suku bangsa. Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria kulit hitam atau kulit putih.
  • Paparan logam cadmium

Gejala

Pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan semakin membesarnya kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi atau menyumbat aliran air seni. Gejala yang timbul antara lain:
  • Air seni tidak lancar. Aliran urin lemah dan butuh waktu lebih lama untuk menuntaskan kencing.
  • Penundaan. Anda mungkin harus menunggu beberapa saat di toilet sampai air seni mulai mengalir.
  • Tetesan. Sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah Anda selesai kencing di toilet.
  • Frekuensi. Anda lebih sering kencing daripada biasanya.
  • Urgensi. Anda merasa sangat ‘kebelet’ kencing tiba-tiba.
  • Kurang tuntas. Anda merasa kencing Anda tidak betul-betul tuntas.
Catatan: semua gejala di atas banyak dirasakan pria lansia. Kebanyakan mereka yang merasakannya hanya terkena pembesaran prostat non-kanker. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.
  • Gejala lain seperti sakit di pangkal penis atau air seni berdarah hanya terjadi pada kanker prostat stadium lanjut.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena kanker prostat, dia akan melakukan beberapa hal berikut:
  • Perabaan melalui anus (digital rectal examination). Dengan mengenakan sarung tangan, dokter akan memasukkan jarinya ke lubang anus untuk meraba bagian belakang kelenjar prostat. Bila dirasakan ada pembesaran atau pengerasan, tes lain akan dilakukan untuk mendiagnosis lebih lanjut.
  • Tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengukur antigen khusus prostat (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi baik oleh sel prostat normal maupun kanker. Semakin tua, semakin banyak PSA yang kita produksi. Meskipun tidak konklusif, kandungan PSA tinggi dapat mengindikasikan Anda terkena kanker. Pada tahap pengobatan, penurunan kadar PSA menandakan efektivitas terapi yang dijalankan.
  • Tes PCA3. Adanya kadar PCA3 yang lebih tinggi di urin menunjukkan kehadiran kanker prostat. Tes ini lebih akurat dibandingkan tes darah (PSA), tetapi tidak semua fasilitas medis menyediakannya.
  • Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan tubuh untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi mungkin harus dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker prostat dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke lubang anus Anda. Beberapa sampel biasanya diambil pada bagian-bagian yang berbeda dari prostat.
  • CT scan, MRI scan dan pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tingkat penyebaran kanker.

Stadium Kanker Prostat

Pada tahap awal kanker prostat masih terlokalisasi, namun pada tingkat lanjut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti tulang dan nodus limfa di selangkangan. Stadium kanker prostat ditentukan oleh seberapa jauh tingkat penyebarannya.
Stadium kanker prostat menggunakan sistem TNM, T=tumor, N=nodus, M=metastase:
  • T1 = tumor hanya ada di dalam prostat, belum dapat dirasakan melalui perabaan lewat anus.
  • T2 = tumor masih di dalam prostat, sudah dapat dirasakan melalui perabaan.
  • T3 = tumor sudah menyebar ke jaringan sekitarnya seperti kelenjar seminal vesicle yang memproduksi semen
  • T4 = tumor telah menyebar ke tulang atau nodus limfa
  • N1-3 berarti kanker telah menyebar ke nodus/kelenjar limfa. N0 berarti belum menyebar ke nodus.
  • M diikuti 1a, b atau c menunjukkan kanker telah menyebar ke tulang atau organ tubuh lain.

Terapi

Penanganan kanker prostat sangat kompleks, di antaranya dengan pembedahan, radioterapi, terapi hormon, dan kemoterapi. Biasanya kombinasi lebih dari satu metode terapi tersebut dijalankan. Penanganan yang dilakukan tergantung pada:
  • Ukuran, stadium kanker dan derajat keganasannya (tingkat PSA).
  • Kondisi pasien: usia, kesehatan umum, dan preferensinya.

Cegah Stroke, Rajinlah Makan Ikan

Diposting oleh M2 on Minggu, 04 November 2012

Cegah Stroke, Rajinlah Makan Ikan - Stroke kini menjadi penyakit mematikan yang juga banyak menyerang orang muda. Kita bisa mencegahnya lewat pola makan yang sehat, misalnya makan ikan, terutama yang mengandung lemak, beberapa kali dalam seminggu.

Hasil analisa terhadap 38 penelitian menemukan kaitan erat antara konsumsi ikan dengan penurunan risiko stroke atau mini-stroke (transient ischemic attack). Penelitian tersebut melibatkan 800.000 orang di 15 negera.

Mereka yang makan 2-4 sajian ikan per minggu risikonya terkena stroke atau mini-stroke turun sampai 6 persen. Sementara yang makan ikan sampai 5 kali dalam seminggu mendapat manfaat penurunan risiko stroke sampai 12 persen.

Meski begitu, konsumsi suplemen minyak ikan tidak memberikan manfaat yang sama dengan makan ikan langsung.

Penelitian lain juga menunjukkan konsumsi ikan menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Ikan diketahui menyehatkan pembuluh darah karena kandungan nutrisinya yang kaya, yakni vitamin dan asam amino esensial. Selain itu, orang yang sering makan ikan biasanya makan daging merah lebih sedikit. Cegah Stroke, Rajinlah Makan Ikan

Tanda-tanda Kencing Manis

Diposting oleh M2 on Jumat, 19 Oktober 2012

Kencing manis (diabetes mellitus) adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengatur kandungan gula dalam darah sehingga glukosa atau gula yang biasanya diangkut menuju sel-sel tubuh sebagai sumber energi justru tercecer dalam aliran darah, bahkan ikut terbuang dalam air seni. Pengaturan gula darah oleh tubuh dilakukan dengan bantuan hormon insulin yang berasal dari pankreas. Diabetes terdiri dari dua jenis:

Tipe 1:

Diabetes karena tubuh tidak memproduksi insulin sehingga penderita harus disuntik insulin setiap hari untuk mengendalikan kadar gula darah. Diabetes tipe 1 terjadi pada anak-anak dan remaja dan perkembangannya berlangsung cepat.

Tipe 2:

Pada diabetes tipe 2, pankreas memproduksi insulin, namun sel-sel tubuh tidak meresponnya secara normal. Jenis diabetes ini biasanya terkait dengan kegemukan dan beberapa kasus kehamilan serta baru berjangkit pada usia di atas 40 tahun.

Kadar gula darah tinggi secara lambat laun akan mengakibatkan kerusakan pembuluh darah dan saraf yang mengakibatkan gangguan fungsi mata, ginjal dan saraf serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan impotensi.


Pada diabetes tipe 2, kontrol gula darah dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan pola makan. Menurut berbagai penelitian, perubahan tersebut terbukti efektif menekan risiko diabetes. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menyadari bila diabetes sudah ada dalam diri Anda. Sekitar 8.6% penduduk Indonesia menurut WHO mengidap diabetes, sayangnya banyak yang tidak menyadari sampai kasusnya menjadi kronis.

Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar gula dalam darahnya di atas 126 mg/dl (puasa) atau 200 mg/dl (tidak puasa). Namun, kebanyakan gejala diabetes baru terlihat bila gula darah sudah di atas 270 mg/dl. Jangan mengandalkan gejala untuk mengetahui kehadiran diabetes. Satu-satunya cara yang akurat untuk mengetahuinya adalah dengan tes darah dan urin.

Gejala atau tanda-tanda diabetes yang umum terjadi adalah:

Gejala atau tanda-tanda diabetes yang umum terjadi adalah:
  • Dehidrasi
  • Rasa haus terus-menerus
  • Peningkatan frekuensi kencing
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Gangguan penglihatan
  • Penyembuhan luka yang lama

Catatan:

Pengukuran konsentrasi gula darah dilakukan dengan dua metode yaitu berdasarkan berat (mg/dl) dan jumlah molekul (mol/ml). Konversi dari mg/dl ke mol/ml adalah dengan membagi 18. Misalnya, 200 mg/dl sama dengan 11.1 mol/ml.

Via Majalah Kesehatan


Pengenalan Terhadap Penyakit Sistinosis dan Cysitinosis

Diposting oleh M2 on Rabu, 10 Oktober 2012

Sistinosis adalah penyakit dimana terjadi abnormalitas pada zat cystine. Penyakit ini adalah yang sangat langka dan belum bisa diobati sepenuhnya. Sistinosis / Cysitinosis merupakan penyakit turunan, dimana cystine diproduksi dalam sel-sel tubuh secara berlebihan. Jika tubuh kelebihan cystine, sel-sel akan memadat karena cystin akan saling bergabung dan membentuk kristal.

Cysitinosis adalah penyakit yang sangat langka dan belum bisa diobati sepenuhnya. Penyakit ini adalah penyakit turunan, dimana kristal diproduksi dalam sel-sel tubuh.

Penyakit ini berawal dari gagal ginjal pada kasus yang dialami Lillie (seorang gadis kecil berusia 5 tahun di Castleford, Inggris) sewaktu bayi. Akibat gagal ginjal tersebut, darah tidak bisa tersaring dan dibersihkan lagi oleh ginjal. Kondisi itu kemudian memicu produksi berlebih dari zat kimia cystine, yaitu asam amino di dalam tubuh. Dan jika tubuh kelebihan cystine, sel-sel akan memadat karena cystin akan saling bergabung dan membentuk kristal.

Jika sudah begitu, masalah ginjal, kelenjar tiroid, mata dan liver pun akan muncul. Tubuh tidak mampu lagi membersihkan tumpukan-tumpukan kristal cystin.

Dr Kay Tyerman, konsultan pediatrik dan neurolog yang menangani Lille mengatakan bahwa penyakit Cysitinosis hanya bisa diperlambat dan tidak bisa diobati permanen. “ini adalah penyakit yang sangat langka. Jika tidak minum obat sesuai dosis, Lillie bisa buta dan membatu. Usia hidupnya pun akan lebih pendek,” ujar Tyerman.

Jika tidak minum obat sesuai dosis, Lillie bisa buta dan membatu. Usia hidupnya pun akan lebih pendek,” ujar Tyerman.

“Tapi Lillie banar-benar anak pemberani dan tegar. Saya bangga karena dia masih kecil dan berani melawan penyakitnya,” tambah Tyerman.

Kini, orang tua Lillie harus benar-benar tepat memberi dosis obat pada Lillie (hampir sekaleng obat tiap harinya ). “Jika dia sampai melewatkan minum obat, hal yang buruk bisa terjadi padanya. Sekarang, Lillie bagaikan punya separuh hidup saja. Tapi kita tidak pernah tahu, mungkin suatu hari nanti jika dia masih bisa bertahan, akan ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya,” ujar Laura.

Penyebab Penyakit Kanker Payudara

Diposting oleh M2


Kanker Payudara, salah satu kanker yang banyak membunuh kalangan Pria dan Wanita, jadi hati-hatilah dengan penyakit ini, jangan sampai Anda terkena karena sangat susah sekali mengobati penyakit ini.
Sering kita mendengar pribahasa yang mengatakan “Mencegah lebih baik daripada mengobati”, kini saatnya Anda mengetahui tanda-tanda awal ketika akan terserang penyakit ini dan ciri-cirinya:

  • Bentuk puting berubah, misalnya puting masuk kedalam atau terasa sakit terus menerus, mengeluarkan cairan atau darah (tapi bukan air susu)
  • Terasa sangat gatal di area sekitar puting
  • Apabila ada luka di daerah payudara, sangat sukar sekali sembuh
  • Payudara memerah, bengkak dan terasa panas
  • Payudara terasa sakit atau nyeri (walaupun akan mengalami haid terkadang payudara akan terasa sakit, namun kita tetap harus waspada)
  • Ada benjolan-benjolan kecil di area payudara
  • Kulit payudara mengalami perubahan seperti berkerut, seperti kulit jeruk
  • Ada benjolan yang keras dan tidak bergerak (terfiksassi), biasanya pada awalnya tidak terasa sakit. Benjolan tersebut biasanya berawal pada 1 payudara
Apabila Anda mengalami tanda-tanda yang disebutkan diatas, segeralah pergi ke dokter untuk mendiagnosa benar/tidaknya Anda terserang kanker payudara (apabila tidak, bersyukurlah kepada Tuhan yang masih memberikan kesehatan kepad Anda)
Penderita kanker payudara biasanya memiliki penyebab yang tidak pasti, berikut beberapa ciri dari orang yang mengidap penyakit kanker payudara:
  1. Mendapatkan terapi hormonal dalam jangka panjang
  2. Stress
  3. Punya riwayat tumor
  4. Umur diatas 30 tahun (sekarang, dibawah 20 tahun juga sudah ditemukan kanker payudara)
  5. Riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara ( sekarang ini juga tidak mutlak karena tanpa ada riwayat keluarga juga bisa terkena )
  6. Sering terkena radiasi ( Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray )
  7. Pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan
  8. Kegemukan
  9. Konsumsi alcohol berlebihan
  10. Haid terlalu muda atau menopause diatas umur 50 tahun
  11. Tidak menikah / tidak menyusui
  12. Melahirkan anak petama diatas usia 35 tahun
  13. Faktor genetik
Mudah-mudahan dengan mengetahui gejala awal dan ciri-ciri darp penyakit kanker payudara ini dapat membangkitkan semangat kita untuk hidup sehat.

8 Penyakit Keturunan

Diposting oleh M2 on Selasa, 29 Mei 2012

Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat dan terbebas dari segala macam penyakit. Tapi beberapa penyakit tertentu tidak bisa dicegah keberadaannya karena termasuk penyakit genetik yang diturunkan.

Penyakit keturunan adalah suatu penyakit kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Namun ada orangtua yang hanya bertindak sebagai pembawa sifat (carrier) saja dan penyakit ini baru muncul setelah dipicu oleh lingkungan dan gaya hidupnya.

Seperti dikutip dari International Bioscience, ada beberapa penyakit keturunan yang sangat serius karena bisa diturunkan pada generasi berikutnya. Orangtua yang memiliki gen penyakit turunan, sebaiknya segera memeriksakan anaknya.

Ada beberapa penyakit turunan yang secara otomatis diturunkan ke anak atau generasi berikutnya, yaitu:

1. Hemofilia
Hemofilia adalah salah satu penyakit turunan akibat kekurangan faktor pembeku darah 8 atau 9. Perintah pembekuan darah ini terdapat di kromosom X, sehingga penderita hemofilia kebanyakan adalah kaum laki-laki. Karena itu sebagian besar perempuan sebagai carrier saja. Penyakit ini sulit dicegah karena setiap anak mengandung satu kromosom seks dari ibu dan satu kromosom seks dari ayah, karenanya penyakit ini selalu dimulai sejak anak-anak.

2. Buta warna
Buta warna adalah salah satu masalah penglihatan karena ketidakmampuan melihat perbedaan antara beberapa warna, penyakit ini diwariskan dari mutasi genetik kromosom X. Sebagian besar penyakit ini akibat faktor genetik, tapi ada juga yang disebabkan kerusakan mata, saraf atau otak akibat bahan kimia tertentu. Mutasi yang menyebabkan buta warna jika sedikitnya ada 19 kromosom berbeda dan 56 gen berbeda. Kondisi ini bisa muncul saat masih kanak-kanak atau sudah dewasa.

3. Diabetes melitus
Penyakit diabetes melitus memiliki hubungan yang kuat dengan keturunan. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah akibat insulin dalam tubuh yang tidak bisa bekerja secara optimal. Seseorang yang memiliki antigen leukosit (human leukocyte antigen/HLA) dalam darah yang diperoleh dari orangtuanya akan memiliki kecenderungan kuat untuk mengembangkan diabetes tipe 1.

Sedangkan diabetes tipe 2 juga merupakan penyakit turunan yang akan muncul di generasi berikutnya jika ada masalah lain yang menyertai seperti obesitas, hipertensi atau gaya hidup tak sehat yang mengganggu fungsi sel-sel beta di dalam tubuhnya.

4. Thalasemia
Thalasemia adalah kelainan darah karena hemoglobin darah mudah sekali pecah. Penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya adalah pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terlihat pucat dan harus mendapatkan transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal. Berdasarkan hukum Mendel jika ibunya sebagai carrier, maka setiap anaknya berpeluang 25 persen sehat, 50 persen sebagai carrier dan 25 persen terkena thalasemia.

5. Kebotakan
Seperti diketahui bahwa kebotakan disebabkan oleh banyak hal, tapi salah satunya juga bisa akibat faktor keturunan dari orangtuanya. Jika ayahnya mengalami kebotakan, maka setidaknya salah satu anaknya ada yang mengalami kebotakan akibat adanya gen yang diturunkan.

Dr Angela Christiano, profesor dermatologi dan genetika di Columbia University Medical Center berhasil menemukan gen yang menyebabkan rambut menipis dan bahkan bisa terasa efeknya saat masih anak-anak. Diketahui gen APCDD1 yang menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga rambut semakin lama semakin menipis dan botak.

6. Alergi
Sebagian besar alergi disebabkan oleh faktor keturunan. Jika orangtua memiliki bakat alergi, maka ada kemungkinan sekitar 70 persen anak akan memiliki alergi juga. Namun jika hanya salah satu orang saja yang alergi, maka faktor risiko ini bisa berkurang sekitar 30 persennya.

7. Albino
Albino adalah salah satu penyakit turunan yang disebabkan anak tersebut mengandung gen albino dari ayah dan ibunya. Kebanyakan orang dengan albino lahir dari orangtua yang memiliki gangguan dalam hal produksi melaninnya, tapi pada orang yang carrier tidak akan menunjukkan tanda-tanda memiliki gen albino. Jika orangtua hanya sebagai carrier atau memiliki satu gen albino, sebaiknya tidak menikah dengan orang yang memiliki albino.

8. Asma
Asma merupakan salah satu penyakit turunan dan diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat untuk menurunkan asma pada anak dibandingkan dengan faktor bapak. Asma bisa timbul bila dipicu oleh adanya suatu alergen disekitarnya. Selain itu sekitar 30 persen penyakit asma disebabkan oleh turunan dari orangtuanya. Namun pada beberapa orang yang asmanya terkontrol dengan baik, bisa hilang saat menjelang dewasa.

Salah satu cara untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut menurun ke generasi berikutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum menikah. Karena dari pemeriksaan ini akan diketahui apakah keduanya memiliki gen penyakit yang diturunkan ke anaknya kelak atau tidak sehingga bisa lebih siap menghadapinya.

Sumber : detikHealth

Mengenal Lebih Jauh tentang Penyakit Stroke

Diposting oleh M2 on Minggu, 27 Mei 2012

Mengenal Lebih Jauh tentang Penyakit Stroke
Strok (stroke = dalam bahasa inggris) merupakan suatu keadaan dimana secara tiba-tiba pasokan darah ke suatu bagian otak terganggu. Dalam jaringan otak, berkurangnya aliran darah bisa menyebabkan serangkaian reaksi biokimia yang bisa merusak bahkan mematikan sel-sel saraf di otak. Dengan kematian yang terjadi di dalam jaringan otak akan dapat menghilangkan atau merusakkan fungsi yang dikendalikan oleh jaringan tersebut. Selain menyebabkan kematian, serangan stroke apabila bisa diselamatkan terkadang penderita menderita kelumpuhan pada anggota badannya, hilangnya kemampuan bicara atau hilangnya sebagian daya ingat.
Dahulu serangan penyakit stroke ini hanya menyerang para usia lanjut. Akan tetapi dewasa ini ada kecenderungan bahwa serangan stroke mengancam usia muda di bawah 45 tahun atau usia produktif. Serangan stroke bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur, jabatan ataupun tingkatan sosial ekonomi.

Di Amerika dan Eropa serangan stroke ini merupakan penyebab kematian nomer 3. Sedangkan di Indonesi, stroke merupakan penyakit nomor 3 yang mengakibatkan kematian setelah jantung dan kanker. Bahkan menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh nomor 1 di Rumah Sakit Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.

Tidak dapat di pungkiri bahwa meningkatnya penderita stroke di dunia maupun di Indonesia identik dengan perubahan gaya hidup, pola makan kaya lemak dan kolesterol serta kurangkan aktifitas fisik (olah raga) menjadi penyebab stroke.

Jenis-Jenis Stroke
Pada stroke iskemik aliran darah ke otak terhenti diakibatkan oleh aterosklerosis atau penumpukan kolesterol pada dinding pembulu darah atau terjadi bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Sebagian besar penderita stroke atau 83% mengalami jenis stroke iskemik.

Pada stroke hemorragik terjadi pecah pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. 70% penderita stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Resiko terserang stroke akan meningkat apabila mempunyai faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Diabetes mellitus atau kencing manis
  2. Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  3. Kegemukan
  4. Merokok
  5. Alkohol
  6. Tingginya kadar kolesterol
  7. Riwayat keluarga
Tentunya mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Gaya hidup sehat, pola makan sehat dan diimbangi dengan aktifitas olah raga serta menjaga berat tubuh ideal merupakan jalan untuk pencegahan penyakit ini.

Sumber: http://gayahidupsehat.org/

Celana Jeans Ketat Ancam Merusak Saraf

Diposting oleh M2 on Sabtu, 26 Mei 2012

Celana jeans sudah sangat familiar seperti yang biasa kita lihat, banyak orang menggunakannya untuk ke mal, kantor, atau ke sekolah.

Meskipun menjadi fashion wajib bagi sebagian orang, ternyata celana jeans yang ketat juga amat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Seorang dokter di Amerika mengungkapkan sejumlah pasiennya menderita meralgia paresthetica (kerusakan saraf serius) sebagai akibat menggunakan skinny jeans.

“Ini merupakan gangguan yang terjadi ketika salah satu saraf di bagian luar paha terjepit karena tertekan. Tekanan menyebabkan gejala kesemutan, mati rasa dan rasa sakit di kaki bagian atas,” papar Dr Karen Boyle dari Pusat Medis Baltimore kepada ABCNews.

Dr Boyle juga memperingatkan agar Anda tidak mengabaikan gejala atau rasa sakit dan tetap memilih terus menggunakan skinny jeans, karena kebiasaan ini justru akan berakhir dengan kerusakan saraf permanen.

Meskipun kebanyakan pengguna skinny jeans adalah kaum hawa, para dokter juga mengingatkan para pria untuk menghindari menggunakan jenis fashion tersebut. Selain tentunya masalah tadi, skinny jeans bisa mengurangi produksi sperma.

yang artinya celana skinny jeans tidak akan membuat anda terlihat lebih skinny (kurus) tapi justru malah membahayakan kesehatan anda. Kenapa? Karena ternyata memakai celana yang terlalu ketat akan mempengaruhi pencernaan dan mengganggu kenyamanan perut, terutama setelah makan besar. Memakai jeans ketat juga memicu penyakit sembelit.

Parahnya lagi, kram dan nyeri perut juga bisa diderita oleh para wanita yang suka mengenakan celana ketat yang berpotongan pinggang. Ini karena celana jeans jenis ini akan menghambat jalannya makanan ke usus, sehingga menyebabkan nyeri tersebut.

Menurut Dr Octaviano Bessa dari Stamford, Connecticut, “Jeans ketat dapat mengganggu mobilitas usus. Hal ini yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau sakit pada perut setelah dua atau tiga jam setelah makan. Banyak orang yang tidak sadar kalau nyeri itu akibat jeans.”

Beberapa peneliti juga mengungkapkan, bahwa ternyata pemakaian skinny jeans bisa sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan masalah pada sistem syaraf yang disebut meralgia paresthetica. Gejala penyakit ini biasanya diawali dengan rasa geli atau kesemutan di daerah paha si pemakai jeans. Beberapa orang biasanya sangat rentanterhadap tekanan aliran syaraf. Dan memakai jeans ketat akan menekan aliran urat syaraf yang nantinya akan menekan syaraf normal seseorang. Hal inilah yang berbahaya. Perlu diingat, bahwa bahaya penyakit ini tidak hanya tertuju pada wanita gemuk yang memakai skinny jeans atau celana ketat saja, tapi juga berlaku untuk semua kalangan, termasuk wanita kurus.

Jadi meskipun celana ketat atau skinny jeans bisa membuat tampilan anda jadi lebih seksi, ada baiknya anda perhatikan juga sisi kesehatannya. Sebaiknya, anda lebih berhati dalam memilih celana jeans, pastikan anda memilih jeans dengan ukuran yang sesuai. Carilah ceana jeans dengan pinggang yang melar, sehingga tidak terlalu menyakitkan bagian pinggang anda. Even though beauty is pain, doesn’t mean you hurt yourself, right?
Sumber : id.she.yahoo.com &  sharingsomething-adeline.blogspot.com

Apakah itu Penyakit Kawasaki?

Diposting oleh M2 on Jumat, 25 Mei 2012

Penyakit Kawasaki ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, penyakit itu akhirnya dinamakan Kawasaki. Di Indonesia, banyak di antara kita yang belum memahami penyakit berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya.

Penampakan penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit gondong. Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama menyerang balita dan paling sering terjadi pada usia 1-2 tahun. Bahkan, penulis pernah menemukan PK pada seorang bayi berusia 3 bulan yang menderita demam selama 18 hari.

Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per seribu anak balita. Peringkat itu disusul oleh Korea dan Taiwan. Adapun di Amerika Serikat berkisar 0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita. Di Indonesia, penulis menemukan bahwa kasus PK sudah ada sejak tahun 1996. Namun, ada dokter yang menyatakan sudah menemukan sebelumnya. Meskipun demikian, Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit Kawasaki dunia setelah laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional penyakit Kawasaki ke-8 di San Diego, AS, pada awal 2005.

Diduga, kasus di Indonesia tidaklah sedikit, dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada 3.300-6.600 kasus PK. Namun kenyataannya, kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Antara 20 dan 40 persennya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh. Namun, sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.

Penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu infeksi. Namun, belum ada bukti yang meyakinkan mengenai hal tersebut. Karena itu, cara pencegahannya juga belum diketahui. Penyakit ini juga tidak terbukti menular.

Gejala awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41 derajat celsius. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari, tetapi tidak pernah mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik tidak menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap, yaitu bercak-bercak merah di badan yang mirip seperti penyakit campak. Namun, gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan tidak ada pada PK.

Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tetapi tanpa kotoran (belekan), pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher sehingga kadang diduga penyakit gondong (parotitis), lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang pecah-pecah, serta telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan, terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan (garis Beau).

Penderita PK harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari dokter ahli jantung anak. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pada jantung (terjadi pada 20-40 persen penderita) karena dapat merusak pembuluh nadi koroner. Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari ke-7 dan ke-8 sejak awal timbulnya demam. Pada awalnya, pembuluh ini dapat terjadi pelebaran kemudian bisa terjadi penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya, aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot jantung yang dikenal sebagai infark miokard.

Pemeriksaan jantung menjadi hal yang sangat penting, termasuk EKG dan ekokardiografi (USG jantung). Kadang ultrafast CT scan, Magnetic Resonance Angiography (MRA) atau kateterisasi jantung diperlukan pada kasus yang berat. Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas. Biasanya, jumlah sel darah putih, laju endap darah, dan C Reactive protein meningkat pada fase akut. Jadi, diagnosis ditegakkan atas dasar gejala dan tanda klinis semata sehingga pengalaman dokter sangat dibutuhkan. Pada fase penyembuhan, trombosit darah meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung.

Obat yang mutlak harus diberikan adalah imunoglobulin secara infus selama 10-12 jam. Obat yang didapat dari plasma donor darah ini ampuh, baik untuk meredakan gejala PK maupun menekan risiko kerusakan jantung. Namun harga yang mahal menjadi kendala. Harga satu gram berkisar Rp 1 juta. Penderita PK membutuhkan imunoglobulin 2 gram per kg berat badannya. Sebagai contoh, anak yang berat badannya 15 kg membutuhkan 30 gram, dengan harga sekitar Rp 30 juta. Penderita juga diberikan asam salisilat untuk mencegah kerusakan jantung dan sumbatan pembuluh koroner. Jika tidak ada komplikasi, maka anak dapat dipulangkan dalam beberapa hari.

Pada kasus yang terlambat dan sudah terjadi kerusakan pembuluh koroner, perlu rawat inap yang lebih lama dan pengobatan yang intensif guna mencegah kerusakan jantung lebih lanjut. Jika dengan obat-obatan tidak berhasil, maka kadang diperlukan operasi pintas koroner (coronary bypass) atau bahkan, meskipun sangat jarang, transplantasi jantung. Kematian dapat terjadi pada 1-5 persen penderita yang umumnya terlambat ditangani dan puncaknya terjadi pada 15-45 hari setelah awal timbulnya demam. Meskipun demikian, kematian mendadak dapat terjadi bertahun-tahun setelah fase akut. PK juga dapat merusak katup jantung (terutama katup mitral) yang dapat menimbulkan kematian mendadak beberapa tahun kemudian.

Kemungkinan kambuhnya penyakit ini adalah sekitar 3 persen.
Pada penderita yang secara klinis telah sembuh total sekalipun dikatakan bahwa pembuluh koronernya akan mengalami kelainan pada lapisan dalam. Hal ini memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner, kelak pada usia dewasa muda. Jika ditemukan serangan jantung koroner akut pada dewasa muda, maka mungkin perlu dipikirkan bahwa penderita kemungkinan pernah terkena PK saat masih kanak-kanak. Kiranya kita semua perlu mewaspadai penyakit agar tidak menimbulkan korban lebih lanjut.

Baterai Koin Mengancam Kesehatan Anak-anak

Diposting oleh M2


Bila balita Anda memiliki mainan yang menggunakan baterai kancing atau baterai koin sebaiknya waspada. Mainan dengan baterai kancing menimbulkan risiko bagi kesehatan karena benda tersebut dapat menyebabkan luka bakar elektrik atau pun bahaya kimia jika tertelan.

Penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien anak-anak di unit gawat darurat (UGD) hingga dua kali lipat selama dua dekade terakhir karena menelan baterai kancing. Hal itu dikarenakan baterai berbentuk koin mudah ditemui pada mainan anak, remote kontrol dan alat bantu dengar.

Menurut sebuah kajian Pediatrics, jurnal Ilmu Kedokteran Anak Akademi Amerika, baterai tersebut merupakan godaan menarik bagi balita karena teksturnya yang mengkilap. Para ahli mengatakan, baterai kancing memiliki risiko ekstra karena dapat mengalirkan arus listrik lewat jaringan kerongkongan, hingga akhirnya dapat membakar dan membentuk sebuah lubang di trakea atau tabung kerongkongan, tanpa menunjukkan gejala cedera langsung pada anak.

"Jika seorang anak menelan baterai kancing, sementara orang tuanya mungkin tidak menyaksikan langsung kejadiannya dan anak itu awalnya tidak mengalami gejala kesakitan, maka waktu akan berjalan begitu cepat," kata Gary Smith, Kepala Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera Rumah Sakit Anak Nationwide di Columbus, Ohio.

"Kami pernah menemukan kasus sejumlah anak yang dalam waktu kurang dari dua jam sudah dalam kondisi parah, mengalami luka parah karena baterai kancing menyangkut di kerongkongan," kata pria yang juga salah satu peneliti riset tersebut.

Smith dan rekan peneliti lain menemukan, selama periode 1990 hingga 2009, lebih dari 65.000 anak berusia kurang dari 18 tahun dilarikan ke UGD gara-gara baterai kancing. Mereka mendapatkan kasus tersebut dengan mengambil contoh nasional dari sekira 100 rumah sakit dengan UGD 24 jam. Angka cedera pada anak tersebut meningkat hampir dua kali lipat selama periode penelitian tersebut, dari sekira empat hingga antara tujuh dan delapan dari 100.000 anak.

Hal tersebut mungkin terjadi karena semakin banyaknya peralatan elektronik rumah tangga, alat bantu dengar dan mainan, yang menggunakan baterai kancing daripada baterai tabung. Lebih dari 80 persen anak-anak yang dirawat di UGD disebabkan oleh baterai kancing. "Baterai jenis itu mengkilap dan mungil. Apalagi anak-anak senang sekali memasukkan benda-benda di sekitar mereka ke dalam mulut," kata Nicholas Slamon, dokter spesialis anak yang pernah menangani anak dengan luka akibat baterai kancing di Rumah Sakit Anak Nemours/Alfred I. DuPont, Wilmington.

Baterai kancing dapat melukai anak dengan berbagai cara, tambah Nicholas. Baterai itu bisa tersangkut atau terjepit di kerongkongan hingga mendorong ke dinding kerongkongan. Jika lapisan pelindung baterai tersebut sudah terkikis, kandungan asam di dalamnya bisa bocor. Namun kekhawatiran yang paling sering dihadapi adalah bahwa baterai itu dapat menciptakan arus listrik melalui jaringan tipis di dalam kerongkongan, bahkan jika di dalamnya sudah tidak terdapat cairan energi untuk mengendalikan remote kontrol lagi.

Slamon dan rekannya melihat sejumlah anak berusia satu tahun yang memerlukan operasi bedah darurat untuk mengeluarkan baterai dari dalam kerongkongan, hidung atau telinga. Namun hanya sedikit kasus gawat darurat, sekira delapan persen, yang memerlukan operasi bedah tersebut. Para ahli sepakat bahwa orang tua harus memastikan semua bagian pada tempat baterai telah disekrup atau ditutup. Terlebih lagi, baterai yang sudah tidak digunakan harus dibuang ke bagian paling bawah tempat sampah, sehingga tidak mudah ditemukan oleh anak-anak, tambah Slamon.

"Cara yang benar untuk mencegah kasus darurat seperti itu adalah mencegah kejadian tersebut sejak awal. Jika orang tua mencurigai sesuatu, mereka harus segera ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan sinar X (radiologi) sesegera mungkin," sarannya.

Ternyata ASI Mengandung Zat Antikanker

Diposting oleh M2

Air Susu Ibu adalah cairan ajaib yang dibutuhkan bagi semua bayi baru lahir. Beberapa ilmuwan menyakini, ASI dapat memberikan proteksi pada bayi terhadap berbagai ancaman penyakit serius seperti misalnya kanker. Tetapi, bagaimana cara ASI melindungi bayi Anda dari berbagai bentuk kanker masih menjadi sebuah misteri.Kini, sebuah riset terbaru yang dimuat Journal of Human Lactation menemukan suatu bentuk protein pada ASI yang ternyata memiliki sifat sebagai zat antikanker, yang biasa disebut TNF-apoptosis inducing ligand (TRAIL).

Dalam kajiaannya, para peneliti mengambil sampel berupa kolostrum dan ASI matang dari calon ibu baru. Selain itu, peneliti juga mengambil sampel darah dari wanita sehat, dan susu formula. Kemudian peneliti menguji tingkat TRAIL pada kolostrum, ASI matang, darah dan susu formula.

Para peneliti menemukan bahwa kolostrum dan ASI masing-masing mengandung 400 dan 100 kali lipat tingat TRAIL, lebih tinggi ketimbang darah. Sementara kandungan TRAIL sama sekali tidak terdeteksi dalam susu formula.

"ASI memiliki peran penting dalam mencegah jenis kanker tertentu pada anak seperti leukemia lymphoblastic, penyakit Hodgkin, dan neuroblastoma. Namun, laurutan TRAIL endogen adalah kandidat kuat untuk menjelaskan efek biologis keseluruhan dari menyusui dalam melawan kanker," kata peneliti.

Para ibu yang dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini sudah memenuhi syarat karena mereka tidak menunjukkan tanda-tanda eklampsia, infeksi, atau demam.

"Ini adalah temuan pertama yang mengukur kadar TRAIL dalam kolostrum dan ASI. Penelitian ini telah mengungkapkan konsentrasi TRAIL jauh lebih tinggi di kolostrum dan ASI ketimbang dengan tingkat TRAIL serum," tutup peneliti.

Rumput Laut dapat Picu Kanker Pada Wanita?

Diposting oleh M2

Segala sesuatu pasti punya dampak negatif kalau sudah berlebihan. Demikian juga rumput laut, meski banyak manfaatnya tapi kalau berlebihan bisa memicu kanker tiroid seperti yang terungkap dalam sebuah penelitian terbaru di Jepang.
 
Studi terbaru menunjukkan bahwa rumput laut ternyata menyebabkan tingginya risiko kanker pada wanita pada masa pascamenopause. Seperti dilansir oleh NYDaily News, peningkatan kanker tiroid ini berkaitan dengan mineral yodium yang ditemukan pada rumput laut.

Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa konsumsi rumput laut secara teratur oleh wanita pada masa pascamenopause dapat meningkatkan risiko kanker tiroid. Mereka mengaitkan kasus ini dengan yodium yang terdapat dalam makanan makrobiotik.

Penelitian dilakukan selama 14 tahun pada hampir 53.000 wanita Jepang yang berumur antara 40 hingga 69 tahun. Hasil penelitian menujukkan bahwa dalam kelompok ini muncul 134 kasus kanker tiroid dan 113 kasus penyakit papiler karsinoma. Wanita yang mengonsumsi rumput laut setiap hari memiliki kemungkinan 1,7 lebih tinggi untuk terkena kanker dibandingkan wanita yang memakannya dua kali dalam seminggu.

Risiko ini bahkan bertambah dua kali lipat pada wanita yang berada pada masa pascamenopause, dan kemungkinan 3,8 kali lebih besar untuk terkena kanker dibandingkan dengan orang yang memakan sedikit rumput laut.

“Rumput laut jelas berkaitan dengan meningkatnya risiko tekena penyakit papiler karsinoma.” kata peneliti di National Cancer Center and National Institute for Environmental Studies.
Berdasarkan penelitian di European Journal of Cancer Prevention, masih belum jelas mengapa wanita pada masa pascamenopause memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker. Namun, kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan yodium yang ada pada rumput laut.

Wanita Jepang memiliki risiko yang tinggi karena mereka memiliki kebiasaan memakan rumput laut yang mengandung 80 persen yodium. Meski demikian, dalam penelitian ini tidak menyebutkan seberapa banyak rumput laut yang dikonsumsi oleh partisipan dalam rentang penelitian tahun 2003 hingga 2007.

Apakah itu Penyakit Lupus?

Diposting oleh M2

Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.



Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.

Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :

Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.

Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.

Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Sumber : http://doktersehat.com/lupus-apa-itu-penyakit-lupus/#ixzz1sgRjvMd4

Radang Gusi dapat Picu Sakit Jantung?

Diposting oleh M2

Jika Anda selama ini pernah mendengar bahwa penyakit gusi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke, ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar. Riset para ilmuwan yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation terbitan American Heart Association (AHA) mengungkapkan, tidak ada bukti meyakinkan yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara penyakit gusi dengan masalah jantung dan pembuluh darah.

Dalam kajiannya, komite dai AHA melakukan tinjauan terhadap 500 artikel jurnal dan riset untuk melihat hubungan antara gusi dan penyakit jantung.  Menurut peneliti, orang-orang yang tidak peduli terhadap kesehatan jantung, biasanya juga cenderung kurang peduli terhadap kesehatan gigi mereka. Penyakit gusi dan panyakit kardiovaskular juga sama-sama dapat menyebabkan tubuh menghasilkan penanda inflamasi/peradangan seperti  protein C-reactive , dan keduanya dapat dipicu oleh faktor risiko yang umum seperti merokok, faktor usia dan diabetes mellitus. Kesamaan faktor risiko inilah yang mungkin dapat menjelaskan mengapa penyakit pada pembuluh darah dan mulut terjadi secara bergandengan.

Menurut komite AHA, secara biologis memang memungkinkan bahwa infeksi yang disebabkan bakteri pada mulut menjadi pemicu penyakit jantung.  Bakteri mulut bisa masuk ke dalam pembuluh darah pada saat menyikat gigi atau perawatan gigi lainnya. Namun setelah dikaji lebih mendalam, komite AHA menilai riset-riset yang mendukung kuat hubungan antara sakit jantung dan penyakit gusi ini ternyata gagal dalam memperhitungkan faktor-faktor risiko yang umum tersebut.

"Ada banyak kebingungan di luar sana. Pesan yang disampaikan pakar kesehatan bahwa serangan jantung dan stroke secara langsung berhubungan dengan penyakit gusi merupakan mendistorsi fakta, memberi peringatan pada pasien dan bahkan dapat mengalihkan fokus pencegahan dari penyakit jantung dan stroke," kata Peter Lockhart, pakar kesehatan mulut dari Carolina Medical Centre di Charlotte, New Carolina.

"Sebagian besar literatur sangat bertentangan, tetapi jika ada hubungan sebab akibat yang kuat, kita berharap dapat mengetahui itu sekarang," tambahnya.

Menurut peneliti, diperlukan penelitian jangka panjang untuk dapat membuktikan apakah sakit gigi dapat menyebabkan penyakit jantung.

"Yang paling penting adalah membiarkan pasien tahu apa yang kita ketahui sekarang, dan apa yang tidak kita tahu," ungkap Lockhart.

Profesor Nairn Wilson, dari British Dental Association Health and Science Committee mengatakan, "ada banyak penelitian yang menyelidiki kaitan antara penyakit gusi dan berbagai kondisi medis, termasuk penyakit jantung".

"Satu hal yang kita dapat mengatakan dengan pasti adalah bahwa menjaga gigi dan gusi sehat dengan menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membatasi makanan manis untuk dan mengunjungi dokter gigi secara teratur membuat kontribusi penting untuk kesehatan mulut dan kesehatan secara keseluruhan,"